Latest Updates

Dukung Gaza, Aktivis AS Kumpulkan Dana Beli Kapal

 Rencananya, kapal tersebut akan berlayar ke Gaza pada Oktober mendatang


Dukungan terhadap rakyat Gaza seperti bola es. Sejumlah warga Amerika Serikat (AS) ikut menentang blokade Israel atas Jalur Gaza, Palestina. Baru-baru ini, mereka meluncurkan penggalangan dana secara daring (online).

Dana tersebut akan digunakan membeli kapal pengangkut bantuan ke Gaza dan nama kapal sudah siapkan, yakni The Audacity of Hope (Keberanian Berharap), yang merupakan judul buku kedua Presiden Barack Obama yang laris manis.

Rencananya, kapal tersebut akan berlayar ke Gaza pada Oktober mendatang. "Kami berencana mengirim kapal AS ke Gaza, bergabung dengan armada kemanusiaan dari Eropa, Kanada, India, Afrika Selatan, dan Timur Tengah," ujar para aktivis perdamaian dalam situs UStoGaza.org, dikutip nytimes.com, Rabu (21/7).

Menurut para aktivis itu, terealisasinya kapal The Audacity of Hope sangat bergantung pada donatur. Sebab, dana yang dibutuhkan sekitar US$370 ribu untuk membeli kapal berkapasitas 40 hingga 60 penumpang, serta membayar registrasi kapal.

“Dari dek Audacity of Hope, kami akan berada pada posisi yang unik, menentang kebijakan luar negeri AS demi memperkuat jaminan universal terhadap HAM dan hukum internasional," sebut mereka.

Salah satu nama yang tertera di situs tersebut adalah Rashid Khalidi, profesor keturunan Palestina di Columbia, yang persahabatannya dengan Obama menjadi isu kampanye negatif yang dilancarkan kubu John McCain, dalam pilpres 2008 silam
Bagikan

Konvoi Yordania untuk Gaza Kembali Ditolak Mesir

Konvoi Yordania untuk Gaza Kembali Ditolak Mesir
Aneh, kejadian serupa sebelumnya pernah terjadi, dengan cara dan alasan penolakan yang sama
 
Untuk kedua kalinya pihak berwenang Mesir melarang konvoi bantuan untuk Gaza asal Yordania dengan alasan yang sama, tidak ada surat pemberitahuan.

Rombongan aktivis Yordania yang berangkat Selasa pekan lalu (Baca berita sebelumnya Yordania Kirim Ambulan, Mauritania Didelegasikan Wanita) harus tertahan di Aqaba, karena mereka dipersonanongratakan oleh pemerintah Mesir. Hal ini disebabkan tidak adanya surat dari Kementerian Luar Negeri Libanon yang memberitahukan tentang kedatangan mereka.

"Pejabat Mesir mengatakan, mereka tidak pernah mendengar dari Kementerian Dalam Negeri (Mesir) terkait permintaan untuk memberikan izin masuk kepada konvoi. Tapi Kementerian Luar Negeri (Yordania) mengatakan, mereka mengirimkan pesannya," kata Wa'el Saqa yang menjadi kepala rombongannya kepada Yordan Times (18/7).

Namun pejabat dari Kemenlu Yordan menyangkal hal tersebut. Mereka mengatakan, sejak hari pertama telah mengontak sejawatnya di Mesir.

"Kami mengirim surat kepada pemerintah Mesir untuk memintakan izin bagi konvoi, tap kami tidak bisa memaksa Mesir untuk memperbolehkan konvoi itu masuk. Mesir bertindak sesuai dengan kedaulatannya," kata sumber dari Kemenlu Yordania.

Sementara mereka mengontak para pejabat yang berwenang, para aktivis memutuskan untuk tetap bertahan di Aqaba. Mereka bertekad menembus Gaza guna mengirimkan sendiri bantuan yang dibawanya.

Namun, pemerintah Mesir yang tidak memperbolehkan mereka masuk, menyarankan agar bantuan yang dibawa oleh 25 truk berikut sebuah ambulan yang akan disumbangkan ke Gaza, dikirim melalui Jordan Hashemite Charity.

Entah ada masalah apa dengan konvoi asal Yordania ini sebenarnya, karena sebelumnya mereka juga tidak bisa sampai ke Gaza dengan alasan yang sama. 

Bagikan

Imam Masjid di Spanyol Ditangkap, Masjidnya Ditutup

Polisi Spanyol telah meminta umat Islam agar tidak berbicara kepada pers mengenai kasus ini
Pemerintah Spanyol menangkap imam masjid asal Maroko atas tuduhan pemukulan dan perlakuan buruk terhadap 12 siswa dari sekolah budaya Arab. Demikian dilansir Islammemo.cc (20/7).

Selain itu, pihak berwenang juga menutup masjid tempat dia bekerja, dengan alasan bahwa pekerjaannya tersebut bertentangan dengan hukum yang ditetapkan dalam Spanyol.

Peristiwa tersebut mengakibatkan shock di kalangan umat Islam di Spanyol, khususnya terhadap Masjid "Anisa" di Desa St. Anthony, kota Ibiza. Aparat keamanan menutup masjid tersebut dengan lilin merah, dan mencegah umat muslim yang ingin shalat agar tidak mendekatinya.

Bagikan

Istikharah Cinta

Istikharah Cinta
SEORANG akhwat, sebut saja Aisyah. Ia mahasiswi semester akhir di perguruan tinggi negeri di Jawa Timur. Mengetahui godaan menjaga iman begitu besar, terbersit keinginan untuk segera menikah. Ia yakin, hanya dengan menyempurnakan agama, kesucian diri; baik hati maupun fisik bisa dijaga. Niat itu pun didukung penuh orang tuanya.

Gayung pun bersambut. Tak lama kemudian, ada dua ikhwan yang serius akan menikahinya. Keduanya termasuk orang baik dan shaleh. Rajin ibadah dan aktifis kampus. Tak hanya itu, secara fisik juga sama. Ganteng. Cuma, perbedaanya dalam hal ekonomi. Yang satu terbilang mampu, sedang yang satunya sangat sederhana. Bahkan, untuk biaya kuliah, dia mencari sendiri.

Sebagai manusia, perasaan bingung dan bimbang pasti ada. Aisyah pun tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. Lalu, malam harinya Aisyah shalat istikharah dua rakaat, meminta pada Allah agar ditunjukkan yang terbaik dari salah satu pemuda shaleh itu. Sekali ia shalat, tapi belum juga ada tanda-tanda.

Malam berikutnya, sebelum tidur, Aisyah shalat lagi. Namun, belum juga ada jawaban. Hingga di hari ke tujuh, Aisyah tiba-tiba bermimpi. Ketika itu, dalam mimpinya, Aisyah sedang berjalan kaki di tikungan jalan tak jauh dari kampusnya. Tiba-tiba, Aisyah melihat seorang ikhwan mengendendarai sepeda onthel menghampirinya dan memboncengnya.

Ikhwan dalam mimpi itu tak lain adalah si pemuda sederhana. Lalu, bagaimana jawaban Aisyah? "Inilah jodohku, Allah telah tunjukkan lewat mimpi" ujarnya mantap.

Kini, Aisyah dan suaminya telah dikaruniai seorang putri yang cantik dan. Mereka hidup bahagia dalam biduk rumah tangga layaknya surga di kota gajah, Lampung Sumatera Selatan. Kabarnya, sekarang Aisyah sedang hamil anak kedua. Dan, sang suami dalam proses menyelesaikan program master di perguruan tinggi negeri di sana.

Jadi Solusi


Manusia sering dihadapkan pada berbagai pilihan. Entah dalam bidang apa saja. Bisa karir, sekolah, perguruan tinggi, bahkan jodoh. Nah, masalah jodoh biasanya hal yang paling banyak bikin orang bingung. Pasalnya, memang tidak gampang memilih jodoh. Jodoh adalah pasangan seumur hidup, bahkan sampai akhirat. Salah-salah memilih jodoh, sama halnya cari petaka hidup.

Setidaknya hal itu sudah banyak contohnya. Baru seumur jagung pernikahan, biduk rumah tangga sudah retak. Bahkan pecah. Nauzubillah. Sesuai kata bijak, kalau bisa, menikah hanya sekali dalam seumur hidup. Namun, yang bikin bingung, jika ada lebih dari satu pilihan. Apalagi, semuanya baik. Siapapun bakal masygul. Setidaknya, seperti yang dialami Aisyah dalam kisah di atas. Untungnya, Aisyah lekas shalat istikharah. Aisyah tidak mau terjebak dalam keputusan pragmatis duniawi semata.

Namun perlu diingat. Apa yang diistikharahkan harus realistis dan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Akal pikiran dapat menjangkau dan mengukurnya. Jadi tidak terkesan irasional. Jodoh misalnya, harus orang yang baik-baik dan betul-betul serius untuk dijadikan pendamping hidup, bukan untuk dipacari. Jangan sampai karena bingung memilih pacar, lalu shalat istikharah tujuh hari tujuh malam. Bukan itu yang disebut istikharah. Sebab yang terkahir ini jelas bertentangan dengan syariat.

Shalat istikharah sangat bermanfaat untuk menghilangkan rasa waswas. Paling tidak untuk menghindari rasa penyesalan di kemudian hari karena salah dalam memilih. Dan, orang yang mendapat jodoh dari shalat istikharah dijamin tidak menyesal.

Sebuah hadits menyebutkan, "Tidak akan kecewa orang yang mau (mengerjakan shalat) Istikharah, dan tidak akan menyesal orang yang suka bermusyawarah serta tidak akan melarat orang yang sukaberhemat (sederhana)." (HR.Imam Thabrani)

Shalat istikharah tidak jauh beda dengan shalat sunnah lainnya. Shalat istikharah bisa dilakukan dua rakaat dan kapan saja, bisa siang atau malam. Namun, lebih baik dilakukan seperti shalat tahajud, di sepertiga malam.

Dalam Fiqhus-Sunnah, As-Sayyid Sabiq mengatakan tidak ada ketentuan yang kuat surat atau ayat apa yang secara khusus harus dibaca pada dua rakaat.

Sedangkan, doa istikharah dibaca setelah usai shalat. Doa tersebut sebagai berikut;  “Allahumma Astakhiiruka bi 'ilmika Wa Astaqdiruka biqudratika. Allahumma inkunta ta'lamu anna hazal amra khirun li fi diini wa ma'asyi wa 'aqibatu amri, faqdirhu li wa yassirhu li tsumma baarik li fihi. Wa Inkunta ta'lamu anna hazal amra syarran li fi diini wa ma'asyi wa 'aqibatu amri, fashrifhu 'anni wa washrifni 'anhu Waqdir liya khaira haitsu kaana. Tsummardhini bihi.

Artinya; "Ya Allah, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagi dan berkahilah aku di dalam masalah ini. Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini buruk untukku, agamakku dan jalan hidupkku, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dari ku. Tetapkanlah bagiku kebaikan dimana pun kebaikan itu berada dan ridhailah aku dengan kebaikan itu."

Berdoa adalah senjata (silah) umat Islam. Dengan doa, berbagai masalah bisa dipecahkan. Allah SWT telah menjamin pada setiap hamba-Nya untuk mengabulkan segala doa. Asal, tidak putus asa dan terus berdoa. Selamat mencoba.

Bagikan