Latest Updates

Mahar Mahal- Nikah Batal? No Way!

Sejak awal Allah 'Azza wa Jalla mencanangkan syariat pernikahan, tujuan paling mendasarnya adalah agar manusia menutup rapat-rapat pintu perzinahan. Dengan kata lain Islam sangat mengapresiasi program percepatan nikah bagi para pemuda. Karena hanya dengan jalur pernikahan saja basis bangunan keluarga menjadi kokoh.

Bila seorang telah menikah, kata Nabi SAW, maka ia telah melaksanakan separuh dari diennya.

Wajar bila slogan "permudah pernikahan tutup rapat-rapat pintu perzinahan" menjadi wacana Islam paling awal untuk membangun masyarakat yang sehat. Karena hanya dari kumpulan keluarga sehat, lahir masyarakat yang kuat (lahir dan batin). Selanjutnya dari masyarakat yang kuat, akan tumbuh dan berkembang peradaban manusia yang mulia.

Islam menjelaskan tentang makna strategis pernikahan. "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Dan orang-orang yang tidak mampu menikah, hendaklah menjaga kesucian dirinya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. (Q.S 24 : 32-33)

Dalam hadistnya Rasulullah SAW berpesan; "Wahai para pemuda, jika di antara kalian telah mampu menikah, menikahlah. Maka jika belum sanggup, berpuasalah. Karena dengan puasa itu akan menjagamu dari dosa."

Perintah menahan diri bagi yang belum sanggup menikah, memang sangat mungkin berjalan efektif dalam suasana yang kondusif. Artinya atmosfer di mana para pemuda berkiprah, nilai-nilai etika dan moral masih dijunjung tinggi. Al Qur'an sendiri, di satu sisi memerintahkan pada laki-laki dan wanita untuk menundukkan pandangannya dari melihat hal-hal yang dapat merangsang birahi. Tapi di sisi lain, Al Qur'an juga memerintahkan kaum wanita menutup rapat-rapat auratnya. Perintah menundukkan pandangan yang diikuti pengkondisian atmosfer pergaulan dari perilaku bejat, memang jadi klop.

Berbanding terbalik dengan seruan Islam, celakanya atmosfer kehidupan saat ini justru direkayasa untuk menyeru manusia melakukan perzinahan. Sehingga peluang orang untuk menahan pandangannya kian tertutup. Justru sebaliknya, berbagai perilaku, jargon, dan tontonan, dengan vulgarnya sengaja diciptakan untuk memancing-mancing birahi manusia. Apabila terjadi, suatu masyarakat lebih suka berzinah ketimbang menikah, maka tunggulah kehancuran masyarakat tersebut.

Karena itu, jalan paling mungkin saat ini untuk menyelamatkan masyarakat dari kehancuran moral, semua orang yang sadar harus berupaya memudahkan pernikahan. Dimulai dari para keluarga, tanpa menggantungkan diri pada pemerintah. Bila tarif adminstrasi pernikahan yang ditetapkan oknum pemerintah masih tinggi, setidaknya para keluarga tidak usah ikut-ikutan pasang tarif tinggi. Tinggalkanlah cara-cara adat jika hanya membebani pihak-pihak yang akan melangsungkan pernikahan. Ringankanlah mahar. Dukung dan permudahlah pernikahan anak-anak kita.

Soal menyederhanakan mahar, Rasulullah berpesan; "Janganlah mempermahal mahar. Sesungguhnya kalau laki-laki itu mulia di dunia dan taqwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR Ash-habus Sunan).

Kepada mereka yang masih memasang tarif tinggi soal mahar, Asy-Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi menguraikan secara panjang lebar masalah itu, dan menutupnya dengan kalimat; "Kepada segenap kaum Muslimin saya berseru; kita diharamkan merintangi pernikahan dengan cara demikian itu."

Ingat juga peringatan Abdul Hamid Kisyik, seorang ulama Mesir yang memiliki pena tajam. Beliau berkata; "Jika mahar dibuat mahal, akhirnya menyebabkan kerusakan dan keresahan di muka bumi, hal itu tidak lagi mendatangkan maslahat bagi umat. Karena itu, wanita yang paling kecil dan sedikit maharnya justru memiliki keagungan dan mendapat kebarokahan yang amat besar."

Semua pihak pasti memiliki kepentingan dengan keluarga yang sehat dan kokoh. Baik individu, masyarakat, negara, bangsa, dan bahkan seluruh penduduk dunia. Karena itu, permudahlah pernikahan dan tutup rapat-rapat pintu perzinahan. 

Wallahu A'lam

Artikel : hikayahhati.blogspot.com

kenapa saya belum menikah??

kenapa saya belum menikah??

subhanallah... semua dalam genggaman Allah... Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia...

subhanallah... dari sekian banyak email yang masuk setiap hari, dan teman-teman yang berpapasan di jalan banyak yang bertanya... kenapa saya belum menikah?? saya jawab "nanti insya Allah saya tulis di catatan fb", atau sebagian yang lain saya jawab "belum punya duit", kamu mau nambahin memangnya??"... widih ketika saya jawab "belum punya duit" rame deh panjang lebar debat... "gimana sih mas edi??, mas edi kan yang mengajarkan kepada kami kalau segala sesuatu make Allah bukan make duit...!!" he2... saya iseng jawab "blm punya duit buat nikah" (saya berlindung kepada Allah dari berharap kepada makhluk, padahalkan niatnya saya gini "kalau kamu mau dibantu sama Allah, maka bantulah saudaramu, niscaya Allah akan membantumu dalam urusanmu", gitu... kan lumayan siapa tahu aja nanti saya digolongkan oleh Allah kepada orang-orang yang menebarkan kebaikan.... (mudah-mudahan temen-temennya gak pada su'udzon yah... amin). maka jawaban yang tepat untuk orang yang bertanya kenapa saya belum menikah gini... cuma satu jawaban "Allah belum menyetujuinya" titik atau "belum waktunya" titik.

buat temen-temen yang memang belum menikah dan memang ngebet banget kepingin menikah gini trik nya...
1. "gak usah khawatir..., kambing aja yg gak mandi menikah tuh!!, masa kita manusia... yang mandi, yang beribadah kepada Allah, nurut sama Allah, gak dikasih jodoh?? gak mungkin lah..."
2. "tenang aja..., semua orang menikah kok!!, tidak ada orang yang tidak menikah, orang jelek menikah, orang cacat (cacat menurut kita) menikah, kecuali orang-orang yang memang tidak mau menikah..., seperti "biksu, pendeta dll yg gak mau menikah..", yang jadi permasalahannya gini... "kok lama yah??, gak tahan nih, gimana dong?", jawabannya gini : "ini lah ujian buat kita, ujian kesabaran..., pohon mangga juga klo belum matang, kita petik lalu kita makan rasanya pahit dan kecut..., biarlah Allah mematangkan diri kita dulu sampai akhirnya kita bisa membentuk keluarga yang sakinah, mawadah, wa rahmah..., berapa banyak orang yang menikah tidak bertahan lama, lantaran mereka belum matang untuk menikah??, maka tugas kita adalah sibuk aja dan menyibukan diri muhasabah ke Allah, nanti Allah yang bimbing kita untuk dapat menikah dengan Kekuasaan Allah.

memang benar.... saya lah edi sutisna (facebooknya : http://www.facebook.com/ed i.sutisna.kerens) adalah salah satu orang yang menganjurkan "segala sesuatu jangan make uang, tapi make Allah..., biar cepet dan sudah saya rasakan sendiri... 'ini adalah ilmu buat saya' dan ini juga anjuran dari para guru saya...

karena dalam hal ini "masalah menikah".... maka menikahlah dengan menggunakan Allah, meminta pertolongan Allah biar cepet... "loh mana dalilnya mas...??, nih dalilnya... :"Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia... " tuh (Qs.Yaasiin : 82)... kalau Allah sudah berkehendak maka "jadilah" cepet kan??

yang jadi permasalahannya gini mas... bagaimana caranya agar Allah berkehendak??... "wah pertanyaan bagus tuh...!! he2" (loh kok ini seperti ngomong sendiri yah??, "iya... he2.., biar gak sepi, habisnya kamu sih bisanya cuman baca doang, gak mau koment!!, atau ngasih apa kek buat penyemangat... ^_^, "loh kok panjang mas??", eh maap... ^_^).

trik nya gini biar Allah berkehendak....:
waktu saya kecil..., sering kali (berarti berkali-kali, bkn satu kali) ketika saya menginginkan sesuatu kepada orang tua saya..., saya ingin mainan mobil-mobilan..., tentu saja saya gak punya duit untuk membeli mobil-mobilan karena saya belum ada duit (atau penghasilan deh)... nah... saya gunakan cara ini... "saya beli mobil-mobilan tidak memakai duit loh, tapi memakai orang tua saya...", tentunya ibu saya yang berkuasa memegang keuangan di dalam rumah tangga saya..., (karena saya waktu itu belum kenal tauhid, maka cara ini yang saya pakai)...

gimana caranya supaya ibu saya berkehendak membelikan saya mobil-mobilan??, saya berusaha mengambil 'hati' ibu saya..., bagaimana caranya agar 'hati' ibu saya bisa terambil??, tentu nya saya harus nurut kepada perintah-perintah ibu saya, tidak membangkang..., disuruh mandi maka saya mandi, disuruh langsung pulang sehabis sekolah jangan keluyuran, maka saya pun segera pulang..., bahkan saya mempunyai trik agar bisa dipercepat hajat saya... yaitu "sebelum ibu saya memerintah saya sudah siap sedia, bahkan sudah beres perintahnya..." maksudnya gini... saya tahu benar setiap pagi pasti saya akan disuruh "menyapu dan mengepel" (itu rutin setiap pagi), jadi sebelum ibu saya menyuruh saya.., nah saya sudah kerjakan sebelumnya (sebelum ibu saya nyuruh mengepel, saya sudah mengepel)... bukan satu atau dua pekerjaan, tetapi semuanya... menurut temen-temen gimana respon ibu saya ketika saya melakukan itu semua (selama 1 minggu aja deh dulu..., sukur-sukur seterusnya seperti itu terus)?? pastinya ibu saya akan senang... karena seorang ibu memiliki bahasa bathin kepada anaknya..., maka ibu kita pun akan faham kenapa saya berbuat seperti ini..., sebelum saya mengutarakan keinginan saya, maka ibu saya segera mendekati saya dan berkata "wahai anakku, ibu sayang kepada kamu.., kamu mau apa nak??".... nah dalam suasana seperti ini... langsung deh saya berkata "saya mau mainan mobil-mobilan ibundaku sayang..." he2... kira-kira apa yang terjadi yah?? (kalau bahasa Allah mah 'Kun Fayakun', 'jadilah' maka 'terjadilah').

subhanallah... seharusnya ini menjadi sebuah 'ILMU' dan 'METODE' buat kita..., karena apa??, karena kejadian ini akan terjadi kepada siapa saja dan secara berulang-ulang kepada siapa saja yang mau mengikuti cara ini.... Allahu Akbar...!!!



ilustrasi diatas ialah kepada 'seorang ibu pada anaknya'..., alias 'makhluk kepada makhluk'... sedangkan kita sama-sama tahu bahwa makhluk itu penuh keterbatasan dan tak berdaya, kekuatannya apa sih??....

Allah... Sumber dari segala sumber rizki yang ada di seluruh jagad raya..., Raja dari segala Raja jagad raya..., semua total milik Allah... semua total tunduk kepada Allah... Allahu Akbar...

bagaimana ceritanya yah ketika metode yang saya pakai kepada orang tua (ibu) saya, saya terapkan kepada Allah....?? Subhanallah..., Allahu akbar.... "seorang ibu dapat menghargai usaha anaknya", seorang makhluk diberi rasa kepada makhluk lain..., bagaimana dengan Allah?? Allah lah yang Maha Menghargai setiap usaha makhluk-makhluk-Nya yang ia ciptakan..., karena Allah yang menciptakan kita, tentu saja Allah lah yang paling mengetahui dan paling menghargai diri ini dari siapapun...., tidak usah berpanjang lebar dan berbasa basi lagi..., coba aja buktikan sendiri 1 minggu aja deh, 1 bulan aja deh... pasti kerasa banget-banget... lebih-lebih lagi kita konsisten kepada Allah seumur hidup kita, nurut sama Allah, jalankan semua perintah Allah... sukur-sukur sebelum Allah nyuruh kita udah melaksanakan dan siap sedia (kan ilustrasi diatas gitu klo pengen cepet dapet maenan mobil-mobilan)... loh maksudnya gimana ini?? gini maksudnya.., kan sudah pasti tuh setiap waktu kita disuruh, allah memerintahkan sholat 5 waktu..., nah sebelum Allah nyuruh kita udah standby, sebelum Allah manggil kita untuk sholat nah kita udah standby di masjid..., pas Allah bilang "hayya ala sholat...!!" ayo kita sholat!!, kita jawab :"saya udah disini dari tadi ya Allah..!!, di masjid ini dari tadi loh!! he2... mantep kan??

bagaimana ceritanya jika kita mentokin beribadah ke Allah, maksudnya gini..., selain yang wajib-wajib kita kerjakan tepat waktu..., nah yang sunnah-sunnah pun kita tidak mau ketinggalan..., seperti sholat tahajud, dhuha, membaca al-quran, puasa senin kamis/daud, sedekah, membantu orang yang kesusahan...., dan melakukan apapun yang Allah sukai.... hasilnya apa?? subhanallah... tak heran baginda Rasulullah saw Allah jadikan makhluk termulia dari semua makhluk..., tak heran Allah sendiri yang menawari Rasulullah saw menjadi seorang raja yang akan dilimpahi harta yang berlimpah, tak heran Allah menawari suatu gunung yang akan dijadikan emas untuk Rasulullah saw.... subhanallah..., Allahu Akbar... Allah mengerti benar kepada Makhluk-Nya, Allah menghargai benar usaha makhluk-Nya..., tak heran sebelum Rasulullah meminta..., semua disodorkan Allah.... dan tak heran semua kemauan Rasulullah, do'a rasulullah semua di ijabah seketika.... 'ada saat-saat do'a rasulullah memang tidak diijabah Allah, karena itu memang kasih sayang Allah..., Allah Maha Tahu atas segala sesuatu yang baik dan buruk nya suatu keinginan kita.....

seorang ibu berkata kepada anaknya di ilustrasi diatas : "wahai anakku, ibu sayang kepada kamu.., kamu mau apa nak??", bagaimana dengan Allah??

sepertinya pembahasannya panjang banget yah??, takut melenceng nih dari tema kenapa saya belum menikah? he2... saya pengen cerita sedikit pengalaman.... sepertinya temen-temen suka yah klo saya nulis pengalaman saya??, sebagian menjawab 'enak didongengin' sebagai teman tidur... berarti alhamdulillah ^_^... sebagian lagi berkata 'lumayan buat pengalaman' alhamdulillah juga... yang penting tulisan-tulisan saya ada manfaatnya... dan mudah-mudahan ini menjadi amal juga buat saya untuk nambah-nambah pahala untuk pemberat timbangan pahala ketika amal saya ditimbang bersama dosa-dosa saya kelak... amin.

saya edi sutisna (facebook : http://www.facebook.com/edi.sutisna.kerens) kata sebagian temen-temen..., tidak berusaha mencari calon istri karena terlalu sibuk mengurusi organisasi atau kerjaan atau lain-lain... saya katakan tidak!! (makanya ini saya mau cerita disini, biar clear aja...)

kalau temen-temen semua mengetahui alur-alur perjalanan seorang edi sutisna.., mungkin agak sedikit kaget mungkin..., "loh kok bisa mas??" iya tenang dulu dong..., ini juga mau diceritakan he2... "coba mas ceritakan, saya pengen denger nih...!!"... iya makanya.., km dengerin aja yah?? jangan banyak koment dulu.., nanti klo saya suruh koment, baru deh kamu koment yah??, "oke deh mas!!" tuh kan koment lagi, kan belum saya suruh..., "oh.. gitu yah..", iya udah, diem dulu.. tar gak kelar-kelar nih tulisan.... (maap yah temen-temen itu kembaran saya bawel nya minta ampun.... ^_^ maap yah...). lanjut deh...

kalau saya ingat-ingat... sepertinya saya sudah 7 kali melamar orang (wanita) untuk saya jadikan sebagai istri..., gitu deh ke-7 tujuhnya semuanya ditolak he2... yah gimana lagi kalau Allah belum mengizinkan siapapun atau apapun tak akan bisa melawan kehendak Allah..., namanya juga usaha yah?? dan saya sakin semua ini pasti mengandung banyak hikmah buat saya...

LAMARAN 1
sepertinya ketika SMA (dipondok pesantren sukabumi) saya menyukai seorang gadis asal bandung..., waktu itu saya baru berumur sekitar belasan tahun..., saya terinspirasi oleh ayah saya, yang ketika ayah saya menikah umur 21 tahun..., ceritanya saya gak mau nih, gak mau keduluan dengan ayah saya..., maka saya lapor ke ayah saya 'ingin menikah'... ayah saya tertawa-tawa dan berkata 'yah silahkan saja, asal usaha sendiri...', waktu itu saya tidak mengerti kenapa ayah saya tertawa-tawa..., dan saya langsung memberanikan diri untuk melamar sang gadis...., saya susul ke bandung...

subhanallah... sampai sekarang... jika saya ingat kejadian tersebut 'saya jadi tertawa sendiri... he2..' kejadian lucu..., dan subhanallah sekali.., dengan bermodalkan kertas alamat satu lembar.. saya sampai persis didepan pintu rumahnya si gadis...., gadis itu pun kaget karena sebelumnya saya tidak memberitahukannya he2... seberani itukah saya?? he2.. saya juga mungkin gak sadar kali yah??, namanya juga anak masih bau kencur... gak memikirkan dampak baik dan buruk sesudah nya... tapi alhamdulillah bandung - jakarta selamat sampai di tujuan PP.

ketika sampai dirumah beliau..., saya dihadapkan dengan ayah sang calon mertua... sempat tegang sedikit tapi itu bukan suatu halangan buat saya waktu itu..., karena menurut saya niat saya ini baik-baik.. itulah yang menguatkan saya waktu itu.

sang calon mertua menyodorkan beberapa pertanyaan, pertanyaan klasik yang sering ditanya kepada sang calon mertua kepada calon menantu... tetapi lagi-lagi subhanallah... saya dihadapkan dengan seorang calon mertua yang bijak... sehingga tidak terjadi sesuatu yang tidak mengenakan yang membuat saya trauma (karena biasanya seorang pemuda bau kencur gampang trauma karena kejadian-kejadian yang tidak mengenakan). sang calon mertua bertanya "orang tua kamu sudah tahu??", saya jawab 'sudah', "apa kata orang tua kamu", saya jawab 'itu terserah saya orang tua saya mendukung, asal saya berusaha sendiri'..., pertanyaan kedua dari sang calon mertua ialah :"kamu sekarang sudah bekerja???", saya jawab 'belum pak!!'..., sang calon mertua menjelaskan panjang lebar... "kalau ingin membentuk rumah tangga haruslah dibarengi dengan usaha kerja yang menghasilkan uang untuk kebutuhan sehari-hari kamu dan istri kamu... untuk kedepannya.., anak kamu pun harus kamu nafkahi, dan nafkah itu wajib buat kamu...." katanya... dst....dst.... panjang lebar menjelaskan kepada saya, dan alhamdulillah saya pun mengerti..., padahal tadinya belum mengerti sama sekali yang seperti itu... (subhanallah dapet ilmu dari pengalaman....)

wa'hasil saya pulang dengan membawa ilmu "kalau ingin menikah yah saya kerja dulu..." sampai akhirnya lambat laun saya tidak memikirkan pernikahan sampai saya mempunyai pekerjaan yang menghasilkan uang.... subhanallah... waktu adalah waktu.... seiring berjalannya waktu... saya lulus dan lupa kepada wanita bandung tersebut... he2.. aneh tapi nyata..., padahal ketemunya juga cuman 2 kali dengan wanita bandung itu di pondok... sampai sekarang pun saya lupa namanya siapa..., mungkinkah kamu ingat wahai wanita bandung kepada saya???

LAMARAN 2
ketika awal-awal kuliah (mungkin sekitar semester dua)... waktu itu saya sudah memiliki rental pengetikan di depan kampus saya sendiri (untuk menyiasati agar bisa bayaran kuliah...) jarang pulang, mandi di kampus, makan dikampus, kuliah dikampus he2.... kadang-kadang tidur pun dikampus.., karena ada TV nya... mayan nebeng nonton TV dikampus...

waktu itu memang saya ditakdirkan menjadi penguasa laboratorium komputer he2 (maksudnya jadi assisten lab komputer, kunci lab saya yang megang...) mayan ada AC buat tidur, 'adem'....

suatu ketika saya terhenyak... terhentak... dengan jilbab panjang dan sedikit-sedikit berkata 'subhanallah'... sedikit-sedikit membuka al-qur'an... sedikit-sedikit berkata 'allah'...

ada suatu moment yang tidak bisa terlupakan sampai saat ini didalam memory saya.., ketika.... subhanallah... biarpun saya waktu itu 'serabutan', istilah katanya mah asoy geboy aja, cuekan, gak tau malu mungkin... tetapi saya dianugerahi oleh Allah otak yang lumayan 'encer' he2... (saya berlindung kepada Allah dari sifat sombong...) suatu ketika banyak yang private kepada saya soal mata pelajaran kuliah... janjian biasanya jam 07.00 pagi (untuk private)... suatu ketika saya datang jam 06.30 pagi... saya mendengar suara merdu melantunkan ayat-ayat Allah (al-Qur'an), tapi saya bingung suara itu dari mana?? saya mencari-cari dan saya dapati si wanita ini sedang melantunkan ayat Allah... Allah menggerakan air mata saya sampai bercucuran begitu derasnya... dan saya tidak mengerti kenapa ini?? apa yang terjadi??, Allah menggerakan hati saya begitu damai dan tenang... subhanallah air mata saya bercucuran deras.... saat itu ingggiiinnnnn sekali saya memeluknya dan mendekap nya dengan erat karena rasa sayang nya begitu besar bergejolak tiba-tiba saat itu.... (tapi bukan mukhrim yah?? tar saya kena tabok/tampar....) ini lah moment itu... subhanallah...

saya memberanikan diri dan mencari-cari waktu yang pas untuk mengutarakan bahwa saya ingin melamar dia.... (waktu itu saya mempunyai target, paling telat saya harus sudah menikah umur 21 tahun..., karena ayah saya 21 tahun sudah menikah...., saya lupa waktu itu umur berapa, mungkin sekitar umur 20-an).

akhirnya ketemu juga moment yang pas untuk mengutarakan mau melamar...., saya bilang ke dia saya mau melamar, kalau bisa besok saya datang ke rumah..., wanita itu pun terdiam..., yang saya tangkep waktu itu ialah 'diam berarti iya', 'kalau dia nolak berarti dia menjawab tidak'... ini lah mungkin bahasa wanita... dan ke esokan harinya saya berkunjung ke rumahnya untuk melaksanakan hajat saya untuk melamar...., oleh sang calon mertua hanya satu pertanyaan yang membuat saya tidak berkutik.... "saya sih setuju saja anak saya kamu nikahkan, tapi saya mau anak saya menyelesaikan kuliahnya dulu baru saya mengizinkan dia menikah...." kata sang calon mertua.... subhanallah... saya tidak bisa berkata-kata kecuali mengiyakan saja dan pulang.

lambat laun saya lulus... dan gadis itu belum lulus... saya gak tahu harus menunggu atau tidak?? yang jelas saya menyibukan diri untuk mencari duit... dan sampai akhirnya saya mempunyai perusahaan sendiri dan kesibukan saya di luar kota melupakan wanita tersebut.... sampai akhirnya wanita itu sekrang berada di luar negeri untuk melanjutkan kuliah nya kembali.... subhanallah... inilah perjalanan yang memang Allah merancang semuanya...

LAMARAN 3
singkat cerita saya bertemu dengan anak orang kaya..., ayahnya didektur pertamina saat itu... uang sudah saya siapkan dengan cukup.., bahkan menurut saya lebih... suatu ketika saya langsung melamar sang gadis... rencana pernikahan sekitar 6 bulan... subhanallah... detik-detik menjelang pernikahan, yaitu sekitar 1 bulan sebelum menikah..., perusahaan saya bangkrut total yang merugikan ratusan juta rupiah, bahkan saya mempunyai hutang yang begitu banyak untuk menebus segala sesuatunya di perusahaan... subhanallah inilah moment buat saya yang memang moment saya harus jatuh tersungkur dari ketinggian..., bukan sekedar jatuh, bahkan tertimpa tangga yang saya naiki pula... subhanallah.. sang calon mertua beralih 180 derajat, menolak saya sebagai menantunya lantaran perusahaan saya bangkrut dan jatuh miskin... subhanallah (inilah bukti bahwa menikah dengan menggunakan duit..., kalau Allah tidak berkenan yah tidak akan jadi....)

masih banyak sih ceritanya (sampai lamaran ke 7), tapi tangan saya pengel nih ngetiknya... capex... boleh lanjut jika temen-temen mau ngetik?? he2... maap becanda...

alhamdulillah dengan semua kejadian ini beribu-ribu hikmah terkuak didalamnya... sampai saya menemukan Allah disini.... dihati ini.... 'TAUHID ITU PENTING'

alhamdulillah.. subhanallah... seiring waktu berjalan... lambat laun kehidupan saya pun normal, bahkan lebih baik dari sebelumnya..., lebih baik ketimbang punya duit banyak... sekarang saya sudah punya Allah.... Allah terima kasih yah.... (hutang sudah lunas..., kehidupan pun dipenuhi dengan Allah didada ini)

dalam 6 bulan terakhir kemarin saya pengen pasang badan... saya ingin menikah... 'tentu saja dengan Allah, bukan dengan uang'... saya kosongkan semua tabungan saya... (saya pinjamkan ke Allah). subhanallah... temen-temen tahu apa yang terjadi??, mau tahu??, pernah melihat seorang pria dilamar oleh seorang wanita??.... subhanallah inilah yang terjadi pada diri saya... saya dilamar oleh tetangga saya... subhanallah saat itu saya kaget dan merasa belum siap, karena dia maunya dipercepat..., saya nya masih merasa bimbang.... akhirnya tidak jadi menikah he2 (ini namanya takdir Allah juga...., mungkin Allah pengen nunjukin ke saya.... Kunfayakun...!!)

subhanallah.. Allahu akbar.... bukan sampai disitu saja... empat bulan terakhir pun saya sering didatangi para orang tua yang minta anaknya dilamar, para gadis sms minta di lamar, bahkan tidak sedikit email saya dipenuhi dengan tawaran menikah dengan seseorang (ada juga dari para anggota CPA http://www.club-pecinta-alquran.com/ ini , saya gak mau menyebutkan berapa orang, takut saya terbesit sifat sombong (saya berlindung kepada Allah dari sifata sombong yang secara halus, Allah ampun...) saya cuman ingin membagi pengalaman bahwa jika Allah menghendaki 'terjadi' maka terjadilah....

sampai detik ini sudah lebih 1 bulan dari target menikah 6 bulan sekarang sudah 7 bulan..., tapi saya belum menikah..., awalnya target umur 21 ingin menikah sekarang sudah mencapai umur 27 tahun belum menikah... he2... sudah tua yah?? gpp... semua nya juga kehendak Allah... saya mah gak bisa berbuat apa-apa??, apa sih yang bisa saya perbuat klo Allah belum mengizinkan???

tadi pagi ada titipan uang beberapa juta rupiah untuk saya dari teman saya... diamanatkan untuk saya, untuk modal nikah... biar saya percaya diri katanya... alhamdulillah ini juga Allah yang menggerakan. rencana bulan depan akhir saya akan melamar seseorang... saya memohon kepada Allah dengan uang 4 juta rupiah saya dapat dimudahkan untuk menikah. amin.

mohon do'anya juga bagi temen-temen yang membaca tulisan ini agar mendo'akan saya agar dimudahkan oleh Allah dalam urusan menikah... hitung-hitung sebagai hadiah untuk saya yah... terima kasih....

semoga Allah ridho kepada kita.... assalamu'alaikum wrwb...

Artikel : hikayahhati.blogspot.com

Sebab-Sebab Turunnya Rizki

Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. 
Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri,
pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.
Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.
Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:
- Takwa Kepada Allah
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya,
"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya." (At Thalaq 2-3)
Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.
Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, "Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya."
Allah swt juga berfirman, artinya,
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. 7:96)
- Istighfar dan Taubat
Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,
"Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS. 71:10-12)
Al-Qurthubi mengatakan, "Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan."
Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, "Beristighfarlah kepada Allah", lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Ada lagi yang mengatakan, "Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!" Maka beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah."
Maka orang-orang pun bertanya, "Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar." Beliau lalu menjawab, "Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)
Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.
- Tawakkal Kepada Allah
Allah swt berfirman, artinya,
"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. 65:3)
Nabi saw telah bersabda, artinya,
"Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)
Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.
Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.
- Silaturrahim
Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:
-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,
"Dari Abu Hurairah ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim." (HR Al Bukhari)
-Sabda Nabi saw, artinya,
"Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur." (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)
Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.
- Infaq fi Sabilillah
Allah swt berfirman, artinya,
"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (QS. 34:39)
Ibnu Katsir berkata, "Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak."
Juga firman Allah yang lain,artinya,
"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 2:267-268)
Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, "Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu." (HR Muslim)
- Menyambung Haji dengan Umrah
Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas"ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,
"Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)
Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.
- Berbuat Baik kepada Orang Lemah
Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,
"Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian." (HR. al-Bukhari)
Dhu"afa" (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.
- Serius di dalam Beribadah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya,
"Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu."
Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu" hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.
Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.
Al-Sofwah( Sumber: Kutaib "Al Asbab al Jalibah lir Rizqi", al-qism al-ilmi Darul Wathan. )


Artikel : hikayahhati.blogspot.com

Solusi Wanita yang Pernah Masturbasi

Pertanyaan:
Assalamu ‘alaikum. Ustadz, dulu saya pernah melakukan perbuatan zina tapi tidak berhubungan badan; Miss V dimasukin jari. Itu membuatku menyesal dan selama ini saya sudah bertaubat dengan shalat taubat dan tidak akan mengulangi lagi. Saya ada niatan bila nanti mau menikah, saya ceritakan semuanya. Ustadz, mohon pencerahannya, apa yang harus saya lakukan? Apa ada kelak laki-laki yang mau menerima saya dengan setulus hati? Semoga taubatan saya diterima oleh Allah. Sebelumnya, terima kasih, Ustadz. Wassalamu ‘alaikum.
NN (***@yahoo.com)
Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullah.
Allahu akbar! Perbuatan yang Anda ceritakan termasuk maksiat kepada Allah. Karena itu,
  • Banyaklah bertobat kepada Allah, menyesali dengan sepenuh hati perbuatan tersebut, sedih ketika mengingatnya, dan berupaya untuk mendekatkan diri kepada Allah.
  • Carilah lingkungan yang baik, cari teman wanita yang baik yang bisa membimbing Anda untuk menjadi muslimah sejati. Untuk situs internet, anda bisa mengunjungi: muslimah.or.id atau muslim.or.id. Berusahalah dengan serius untuk belajar islam. Semoga ini bisa menjadi benteng bagi anda untuk melakukan maksiat.
  • Jangan ceritakan hal ini kepada siapa pun, termasuk orang yang ingin menikah dengan Anda. Bahkan termasuk kepada lelaki yang nantinya akan menjadi suami anda. Menceritakan hal ini kepada orang lain justru akan menimbulkan masalah baru. Simpan kejadian ini untuk diri Anda sendiri. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    مَنْ أَصَابَ مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ
    “Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini (perbuatan zina), hendaknya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan.” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’, no. 1508)
  • Bukan syarat nikah yang sah, sang wanita harus menceritakan status keperawanannya. Keculi jika lelaki yang melamarnya menanyakan status keperawanan wanita yang dilamar. Dalam keadaan ini, si wanita boleh menjawab bahwa dia belum pernah menikah maupun berzina dengan lelaki lain. Demikian yang disarankan para ulama, sebagaimana disebutkan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 41156.
  • Jika sudah memungkinkan, segeralah untuk menikah, karena itu akan mengalihkan perhatian dan membentengi diri agar tidak melakukan perbuatan yang diharamkan syariat.
Semoga Allah membimbing kita ke jalan yang lurus.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).
Artikel www.KonsultasiSyariah.com


Artikel : hikayahhati.blogspot.com